"A Person needs just 3 things : Someone to Love, Something to Do, & Something to hope for"

Disini Blog baruku, berisi tentang cerita-cerita yang pantas kamu simak............

 






hello


ini blog kedua aku yang akan berisi tentang cerita-cerita yang menarik yang saya kumpulkan dari berbagai sumber...... kalo ada yang minat ngopy, copy aja ......... selamat membaca yach......


 


my profile:


My name : Rizky Gunawan


My Univ : Bina Nusantara University


My hometown : Jakarta & Banjarnegara (central java)


Born : 22 April 1986


Hobby: Computer, Music, IT Book, anime (Gundam series)


Email : goeny_gon@yahoo.com (Yahoo & MSN ID)


Other Blog : just click link bellow!!!


Status : Single :P


yang laen, kalo u anggota friendster, add aku dengan emailku ya......


 


Kalo mau kembalike blog pertamaku click disini

   

<< November 2004 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04 05 06
07 08 09 10 11 12 13
14 15 16 17 18 19 20
21 22 23 24 25 26 27
28 29 30


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:


rss feed

Saturday, November 13, 2004
kisah burung gagak (story for our father)

Pada suatu petang seorang tua bersama anak
mudanya yang baru menamatkan
pendidikan tinggi
duduk berbincang-bincang di halaman sambil
memperhatikan suasana di sekitar
mereka.

Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting
pokok berhampiran.
Si ayah lalu menuding jari ke arah gagak sambil
bertanya, "Nak, apakah benda
itu?"
"Burung gagak", jawab si anak.
Si ayah mengangguk-angguk, namun sejurus
kemudian sekali lagi mengulangi
pertanyaan yang sama.
Si anak menyangka ayahnya kurang mendengar
jawabannya tadi lalu menjawab
dengan sedikit kuat,
"Itu burung gagak, Ayah!"

Tetapi sesaat kemudian si ayah bertanya lagi
pertanyaan yang sama.
Si anak merasa agak keliru dan sedikit bingung
dengan pertanyaan yang sama
diulang-ulang,
lalu menjawab dengan lebih kuat, "BURUNG
GAGAK!!"
Si ayah terdiam seketika. Namun tidak lama
kemudian sekali lagi sang ayah
mengajukan pertanyaan
yang serupa hingga membuat si anak hilang
kesabaran dan menjawab dengan nada
yang kesal
kepada si ayah, "Itu gagak, Ayah."

Tetapi agak mengejutkan si anak, karena si ayah
sekali lagi membuka mulut
hanya untuk bertanya
hal yang sama. Dan kali ini si anak benar- benar
hilang sabar dan menjadi
marah.
"Ayah!!! Saya tak tahu Ayah paham atau tidak.
Tapi sudah 5 kali Ayah
bertanya soal hal tersebut
dan saya sudah juga memberikan jawabannya.
Apa lagi yang Ayah mau saya
katakan????
Itu burung gagak, burung gagak, Ayah.....", kata si
anak dengan nada yang
begitu marah.

Si ayah lalu bangun menuju ke dalam rumah
meninggalkan si anak yang
kebingungan.
Sesaat kemudian si ayah keluar lagi dengan
sesuatu di tangannya.
Dia mengulurkan benda itu kepada anaknya yang
masih geram dan
bertanya-tanya.
Diperlihatkannya sebuah diary lama. "Coba kau
baca apa yang pernah Ayah
tulis di dalam diary ini,"
pinta si Ayah.
Si anak setuju dan membaca paragraf yang
berikut.

"Hari ini aku di halaman melayani anakku yang
genap berumur lima tahun.
Tiba-tiba seekor gagak hinggap di pohon
berhampiran. Anakku terus menunjuk
ke arah gagak dan
bertanya, "Ayah, apa itu?"
Dan aku menjawab, "Burung gagak."
Walau bagaimana pun, anakku terus bertanya
soal yang serupa dan setiap kali
aku menjawab dengan
jawaban yang sama. Sehingga 25 kali anakku
bertanya demikian, dan demi cinta
dan sayangnya aku
terus menjawab untuk memenuhi perasaan ingin
tahunya.
Aku berharap hal ini menjadi suatu pendidikan
yang berharga.

Setelah selesai membaca paragraf tersebut si
anak mengangkat muka memandang
wajah si Ayah yang kelihatan sayu.
Si Ayah dengan perlahan bersuara, " Hari ini Ayah
baru bertanya kepadamu
soal yang sama sebanyak
5 kali, dan kau telah hilang sabar serta marah."

Jagalah hati dan perasaan kedua orang tuamu,
hormatilah mereka.
Sayangilah mereka sebagaimana mereka
menyayangimu di waktu kecil.

Posted at 02:15 am by Rizky

 

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments




Previous Entry Home Next Entry