"A Person needs just 3 things : Someone to Love, Something to Do, & Something to hope for"

Disini Blog baruku, berisi tentang cerita-cerita yang pantas kamu simak............

 






hello


ini blog kedua aku yang akan berisi tentang cerita-cerita yang menarik yang saya kumpulkan dari berbagai sumber...... kalo ada yang minat ngopy, copy aja ......... selamat membaca yach......


 


my profile:


My name : Rizky Gunawan


My Univ : Bina Nusantara University


My hometown : Jakarta & Banjarnegara (central java)


Born : 22 April 1986


Hobby: Computer, Music, IT Book, anime (Gundam series)


Email : goeny_gon@yahoo.com (Yahoo & MSN ID)


Other Blog : just click link bellow!!!


Status : Single :P


yang laen, kalo u anggota friendster, add aku dengan emailku ya......


 


Kalo mau kembalike blog pertamaku click disini

   

<< December 2004 >>
Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat
 01 02 03 04
05 06 07 08 09 10 11
12 13 14 15 16 17 18
19 20 21 22 23 24 25
26 27 28 29 30 31


If you want to be updated on this weblog Enter your email here:


rss feed

Tuesday, November 16, 2004
surat berantai yang bagus

Message: A girl asked a guy if he thought she
was
pretty, he said...no. She asked him if he would
want to be with her forever....and he said no.
She
then asked him if she were to leave would he
cry,
and once again he replied with a no.

She had heard enough.

As she walked away, tears streaming down her
face, the boy grabbed her arm and said....

You're not pretty, you're beautiful. I dont want
to be
with you forever. I NEED to be with you
forever.
And I wouldnt cry if you walked away...I'd die...

Post this on your bulletin and.......
Tonight at midnight your true love will realize
they
like you. Something good will happen to you at
1:00-4:00pm tomorrow, it could be anywhere
aol,
yahoo, outside of school, anywhere. Get ready
for
the biggest shock of your life. If you break this
chain you will be cursed with 10 relationship
problems for the next ten years.

Posted at 12:46 pm by Rizky
Make a comment  

Monday, November 15, 2004
MY puisi tonight

malam ini
saat ragaku lelah menanggung semua luka di hati ini......
sebuhah lagu yang kudengar mengingatkan aku
akan masa lalu yang menyengsarakan daku
bukan hanya itu ....
akujuga mengingat dan ingat sesorang yang pernah membalut rasa ini....

rsa sakit ini sehingga aku masih bisa menulis puisi ini......
tapi dia entah dimana sekarang
tertelan oleh kelamnya badai waktu
dia menghilang saat aku mulai tegar dengan cintanya
aku sedikit bingung dan meninggalkannya
bukan salahku tapi dia melepasku

akhirnya luka itu kembali menyakiti aku
kini lebih sakit dan lebih mengiris hatiku
bahkan aku merasa aku ak snagup lagi bangkit....
detik demi detik aku terbaring dengan terbakar panasnya api kebencian......

aku ingin kembali padanya tapi aku tak akan pernah bisa kembali lagi
karena kebencian telah menguasai aku....
kini hanya sebuah ka ta selamat tinggal
aku tak tahu kenapa
sekuat apapun aku berteriak
tak pernah bisa menyatukanku dengannya kembali....
inikah waktu yang memisahkan kita???

titik2 ai rmata sudah banyak menit ik semenjak saat itu
sudah sering aku berteriak di malam sunyi
kebapa aku selalu malang?
akankah doaku memang tidak untuk didengar?

kini aku hanya menikmati kesedihanku di tiap malam
penyesalan yang tak berujung
akankah ada penggantinya
yang membalut tiap luka yang telah parah ini
hingga tiap tetes dah kan berhenti lagi....
aku menderita....
kapan lagi.......

Posted at 11:10 pm by Rizky
Make a comment  

Saturday, November 13, 2004
this Love

Kenapa kita menutup mata ketika kita tidur? ketika kita menangis? ketika kita membayangkan? Ini karena hal terindah di dunia TIDAK TERLIHAT... Kita semua agak aneh...dan hidup sendiri juga agak aneh…. Dan ketika kita menemukan seseorang yang keunikannya SEJALAN dengan kita.. kita bergabung dengannya dan jatuh ke dalam suatu keanehan serupa yang dinamakan CINTA.. Ada hal2 yang tidak ingin kita lepaskan. Orang2 yang yidak ingin kita tinggalkan... Tapi ingatlah...melepaskan BUKAN akhir dari dunia.. melainkan awal suatu kehidupan baru.. Kebahagiaan ada untuk mereka yang menangis, mereka yang tersakiti, mereka yang telah mencari...dan mereka yang telah mencoba.. Karena MEREKALAH yang bisa menghargai betapa pentingnya orang yang telah menyentuh kehidupan mereka.. CINTA yang AGUNG Adalah ketika kamu menitikkan air mata dan MASIH peduli terhadapnya.. Adalah ketika dia tidak mempedulikanmu dan kamu MASIH menunggunya dengan setia.. Adalah ketika dia mulai mencintai orang lain dan kamu MASIH bisa tersenyum sembari berkata 'Aku turut berbahagia untukmu' Apabila cinta tidak berhasil...BEBASKAN dirimu Biarkan hatimu kembali melebarkan sayapnya dan terbang ke alam bebas LAGI.. Ingatlah...bahwa kamu mungkin menemukan cinta dan kehilangannya.. tapi..ketika cinta itu mati.. kamu TIDAK perlu mati bersamanya….. Orang terkuat BUKAN mereka yang selalu menang.. MELAINKAN mereka yang tetap tegar ketika mereka jatuh Entah bagaimana...dalam perjalanan kehidupan, kamu belajar tentang dirimu sendiri.. dan menyadari..bahwa penyesalan tidak seharusnya ada.. HANYALAH penghargaan abadi atas pilihan2 kehidupan yang telah kau buat TEMAN SEJATI… mengerti ketika kamu berkata 'Aku lupa..' Menunggu selamanya ketika kamu berkata 'Tunggu sebentar' Tetap tinggal ketika kamu berkata 'Tinggalkan aku sendiri' Membuka pintu meski kamu BELUM mengetuk dan berkata 'Bolehkah saya masuk?' MENCINTAI... BUKANlah bagaimana kamu melupakan.. melainkan bagaimana kamu MEMAAFKAN.. BUKANlah bagaimana kamu mendengarkan.. melainkan bagaimana kamu MENGERTI… BUKANlah apa yang kamu lihat.. melainkan apa yang kamu RASAKAN… BUKANlah bagaimana kamu melepaskan.. melainkan bagaimana kamu BERTAHAN.. Lebih berbahaya mencucurkan air mata dalam hati... Dibandingkan menangis tersedu2.. Air mata yang keluar dapat dihapus.. sementara air mata yang tersembunyi menggoreskan luka yang tidak akan pernah hilang… Dalam urusan cinta, kita SANGAT JARANG menang… Tapi ketika CINTA itu TULUS, meskipun kalah, kamu TETAP MENANG hanya karena kamu berbahagia.. dapat mencintai seseorang.. LEBIH dari kamu mencintai dirimu sendiri … Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang BUKAN karena orang itu berhenti mencintai kita MELAINKAN karena kita menyadari bahwa orang itu akan lebih berbahagia apabila kita melepaskannya. Apabila kamu benar2 mencintai seseorang, jangan lepaskan dia.. jangan percaya bahwa melepaskan SELALU berarti kamu benar2 mencintai MELAINKAN...BERJUANGLAH demi cintamu Itulah CINTA SEJATI Lebih baik menunggu orang yang kamu inginkan DARIPADA berjalan bersama orang 'yang tersedia' Lebih baik menunggu orang yang kamu cintai DARIPADA orang yang berada di sekelilingmu Lebih baik menunggu orang yang tepat karena hidup ini terlalu singkat untuk dibuang dengan hanya dengan 'seseorang' Kadang kala, orang yang kamu cintai adalah orang yang PALING menyakiti hatimu dan kadang kala, teman yang membawamu ke dalam pelukannya dan menangis bersamamu adalah cinta yang tidak kamu sadari..

Posted at 02:23 am by Rizky
Make a comment  

at the last for My beloved Mom.......

KETIKA TUHAN MENCIPTAKAN PARA IBU Ketika itu, Tuhan telah bekerja enam hari lamanya. Kini giliran diciptakan para ibu. Seorang malaikat menghampiri Tuhan dan berkata lembut: "Tuhan, banyak nian waktu yg Tuhan habiskan untuk menciptakan ibu ini?" Dan Tuhan menjawab pelan: "Tidakkah kau lihat perincian yang harus dikerjakan? 01) Ibu ini harus waterproof (tahan air / cuci) tapi bukan dari plastik. 02) Harus terdiri dari 180 bagian yang lentur, lemas dan tidak cepat capai. 03) Ia harus bisa hidup dari sedikit teh kental dan makanan seadanya. 04) Memiliki kuping yang lebar untuk menampung keluhan. 05) Memiliki ciuman yang dapat menyembuhkan kaki yang keseleo. 06) Lidah yang manis untuk merekatkan hati yang patah, dan 07) enam pasang tangan!! --- Malaikat itu menggeleng-gelengkan kepalanya: Enam pasang tangan....? tsk tsk tsk" --- “ Tentu saja! Bukan tangan yang Merepotkan Saya, melainkan tangan yang melayani sana sini, mengatur Segalanya menjadi lebih baik...." balasTuhan 08) Juga tiga pasang mata yang harus dimiliki seorang ibu. "Bagaimana modelnya?" Malaikat semakin heran. Tuhan mengangguk-angguk. "Sepasang mata yang dapat menembus pintu yang tertutup rapat dan bertanya: "Apa yang sedang kau lakukan di dalam situ?", padahal sepasang mata itu sudah mengetahui jawabannya. "Sepasang mata kedua sebaiknya diletakkan di belakang kepalanya, sehingga ia bisa melihat ke belakang tanpa menoleh. Artinya, ia dapat melihat apa yang sebenarnya tak boleh ia lihat dan Pasang mata ketiga untuk menatap lembut seorang anak yang mengakui kekeliruannya. Mata itu harus bisa bicara! Mata itu harus berkata: "Saya mengerti dan saya sayang padamu". Meskipun tidak diucapkan sepatah kata pun. "Tuhan", kata malaikat itu lagi, "Istirahatlah" "Saya tidak dapat, Saya sudah hampir selesai." 09) Ia harus bisa menyembuhkan diri sendiri kalau ia sakit. 10) Ia harus bisa memberi makan 6 orang dengan satu setengah ons daging 11) Ia juga harus menyuruh anak umur 9 tahun mandi pada saat anak itu tidak ingin mandi...... Akhirnya Malaikat membalik balikkan contoh Ibu dengan perlahan. "Terlalu lunak", katanya memberi komentar. "Tapi kuat!" Kata Tuhan bersemangat. "Tak akan kau bayangkan betapa banyaknya yang bisa ia tanggung,pikul dan derita." "Apakah ia dapat berpikir?" tanya malaikat lagi. "Ia bukan saja dapat berpikir, tapi ia juga dapat memberi gagasan, ide dan berkompromi", kata Sang Pencipta. Akhirnya Malaikat menyentuh sesuatu di pipi, "Eh, ada kebocoran di sini" "Itu bukan kebocoran", kata Tuhan. "Itu adalah air mata.... air mata kesenangan, air mata kesedihan, air mata kekecewaan, air mata kesakitan,air mata kesepian, air mata kebanggaan, airmata...., air mata...." "Tuhan memang ahlinya....", Malaikat berkata pelan. Note : if you love your mom send this to other person....

Posted at 02:21 am by Rizky
Make a comment  

kisah burung gagak (story for our father)

Pada suatu petang seorang tua bersama anak
mudanya yang baru menamatkan
pendidikan tinggi
duduk berbincang-bincang di halaman sambil
memperhatikan suasana di sekitar
mereka.

Tiba-tiba seekor burung gagak hinggap di ranting
pokok berhampiran.
Si ayah lalu menuding jari ke arah gagak sambil
bertanya, "Nak, apakah benda
itu?"
"Burung gagak", jawab si anak.
Si ayah mengangguk-angguk, namun sejurus
kemudian sekali lagi mengulangi
pertanyaan yang sama.
Si anak menyangka ayahnya kurang mendengar
jawabannya tadi lalu menjawab
dengan sedikit kuat,
"Itu burung gagak, Ayah!"

Tetapi sesaat kemudian si ayah bertanya lagi
pertanyaan yang sama.
Si anak merasa agak keliru dan sedikit bingung
dengan pertanyaan yang sama
diulang-ulang,
lalu menjawab dengan lebih kuat, "BURUNG
GAGAK!!"
Si ayah terdiam seketika. Namun tidak lama
kemudian sekali lagi sang ayah
mengajukan pertanyaan
yang serupa hingga membuat si anak hilang
kesabaran dan menjawab dengan nada
yang kesal
kepada si ayah, "Itu gagak, Ayah."

Tetapi agak mengejutkan si anak, karena si ayah
sekali lagi membuka mulut
hanya untuk bertanya
hal yang sama. Dan kali ini si anak benar- benar
hilang sabar dan menjadi
marah.
"Ayah!!! Saya tak tahu Ayah paham atau tidak.
Tapi sudah 5 kali Ayah
bertanya soal hal tersebut
dan saya sudah juga memberikan jawabannya.
Apa lagi yang Ayah mau saya
katakan????
Itu burung gagak, burung gagak, Ayah.....", kata si
anak dengan nada yang
begitu marah.

Si ayah lalu bangun menuju ke dalam rumah
meninggalkan si anak yang
kebingungan.
Sesaat kemudian si ayah keluar lagi dengan
sesuatu di tangannya.
Dia mengulurkan benda itu kepada anaknya yang
masih geram dan
bertanya-tanya.
Diperlihatkannya sebuah diary lama. "Coba kau
baca apa yang pernah Ayah
tulis di dalam diary ini,"
pinta si Ayah.
Si anak setuju dan membaca paragraf yang
berikut.

"Hari ini aku di halaman melayani anakku yang
genap berumur lima tahun.
Tiba-tiba seekor gagak hinggap di pohon
berhampiran. Anakku terus menunjuk
ke arah gagak dan
bertanya, "Ayah, apa itu?"
Dan aku menjawab, "Burung gagak."
Walau bagaimana pun, anakku terus bertanya
soal yang serupa dan setiap kali
aku menjawab dengan
jawaban yang sama. Sehingga 25 kali anakku
bertanya demikian, dan demi cinta
dan sayangnya aku
terus menjawab untuk memenuhi perasaan ingin
tahunya.
Aku berharap hal ini menjadi suatu pendidikan
yang berharga.

Setelah selesai membaca paragraf tersebut si
anak mengangkat muka memandang
wajah si Ayah yang kelihatan sayu.
Si Ayah dengan perlahan bersuara, " Hari ini Ayah
baru bertanya kepadamu
soal yang sama sebanyak
5 kali, dan kau telah hilang sabar serta marah."

Jagalah hati dan perasaan kedua orang tuamu,
hormatilah mereka.
Sayangilah mereka sebagaimana mereka
menyayangimu di waktu kecil.

Posted at 02:15 am by Rizky
Make a comment  

read this and feel it for our parrent

Suatu ketika, hiduplah sebatang pohon apel besar dan anak lelaki yang senang bermain-main di bawah pohon apel itu setiap hari. Ia senang memanjatnya hingga ke pucuk pohon, memakan buahnya, tidur-tiduran di keteduhan rindang daun- daunnya. Anak lelaki itu sangat mencintai pohon apel itu. Demikian pula pohon apel sangat mencintai anak kecil itu.
Waktu terus berlalu. Anak lelaki itu kini telah tumbuh besar dan tidak lagi bermain-main dengan pohon apel itu setiap harinya. Suatu hari ia mendatangi pohon apel. Wajahnya tampak sedih. "Ayo ke sini bermain-main lagi denganku," pinta pohon apel itu. "Aku bukan anak kecil yang bermain-main dengan pohon lagi." jawab anak lelaki itu. "Aku ingin sekali memiliki mainan, tapi aku tak punya uang untuk membelinya." Pohon apel itu menyahut, "Duh, maaf aku pun tak punya uang... tetapi kau boleh mengambil semua buah apelku dan menjualnya. Kau bisa mendapatkan uang untuk me! mbeli mainan kegemaranmu." Anak lelaki itu sangat senang. Ia lalu memetik semua buah apel yang ada di pohon dan pergi dengan penuh suka cita. Namun, setelah itu anak lelaki tak pernah datang lagi. Pohon apel itu kembali sedih.
Suatu hari anak lelaki itu datang lagi. Pohon apel sangat senang melihatnya datang. "Ayo bermain-main denganku lagi." kata pohon apel. "Aku tak punya waktu," jawab anak lelaki itu. "Aku harus bekerja untuk keluargaku. Kami membutuhkan rumah untuk tempat tinggal. Maukah kau menolongku?" "Duh, maaf aku pun tak memiliki rumah. Tapi kau boleh menebang semua dahan rantingku untuk membangun rumahmu." kata pohon apel. Kemudian anak lelaki itu menebang semua dahan dan ranting pohon apel itu dan pergi dengan gembira. Pohon apel itu juga merasa bahagia melihat anak lelaki itu senang, tapi anak lelaki itu tak pernah kembali lagi. Pohon apel itu merasa kesepian dan sedih.
Pada suatu musim panas, anak lelaki itu d! atang lagi. Pohon apel merasa sangat bersuka cita menyambutnya. "Ayo bermain-main lagi deganku." kata pohon apel. "Aku sedih," kata anak lelaki itu. "Aku sudah tua dan ingin hidup tenang. Aku ingin pergi berlibur dan berlayar. Maukah kau memberi aku sebuah kapal untuk pesiar?" "Duh, maaf aku tak punya kapal, tapi kau boleh memotong batang tubuhku dan menggunakannya untuk membuat kapal yang kau mau. Pergilah berlayar dan bersenang-senanglah. Kemudian, anak lelaki itu memotong batang pohon apel itu dan membuat kapal yang diidamkannya. Ia lalu pergi berlayar dan tak pernah lagi datang menemui pohon apel itu.
Akhirnya, anak lelaki itu datang lagi setelah bertahun-tahun kemudian. "Maaf anakku," kata pohon apel itu. "Aku sudah tak memiliki buah apel lagi untukmu." "Tak apa. Aku pun sudah tak memiliki gigi untuk mengigit buah apelmu." Jawab anak lelaki itu. "Aku juga tak memiliki batang dan dahan yang bisa kau panjat." Kata! pohon apel. "Sekarang, aku sudah terlalu tua untuk itu." jawab anak lelaki itu. "Aku benar-benar tak memiliki apa-apa lagi yang bisa aku berikan padamu. Yang tersisa hanyalah akar-akarku yang sudah tua dan sekarat ini." Kata pohon apel itu sambil menitikkan air mata.
"Aku tak memerlukan apa-apa lagi sekarang." kata anak lelaki. "Aku hanya membutuhkan tempat untuk beristirahat. Aku sangat lelah setelah sekian lama meninggalkanmu." "Oooh, bagus sekali. Tahukah kau, akar-akar pohon tua adalah tempat terbaik untuk berbaring dan beristirahat. Mari, marilah berbaring di pelukan akar-akarku dan beristirahatlah dengan tenang."
Anak lelaki itu berbaring di pelukan akar-akar pohon. Pohon apel itu sangat gembira dan tersenyum sambil meneteskan air matanya. Ini adalah cerita tentang kita semua.

Pohon apel itu adalah orang tua kita. Ketika kita muda, kita senang bermain- main dengan ayah dan ibu kita. Ketika kita tumbuh besar, kita meninggalkan mereka, dan hanya datang ketika kita memerlukan sesuatu atau dalam kesulitan. Tak peduli apa pun, orang tua kita akan selalu ada di sana untuk memberikan apa yang bisa mereka berikan untuk membuat kita bahagia. Anda mungkin berpikir bahwa anak lelaki itu telah bertindak sangat kasar pada pohon itu, tetapi begitulah cara kita memperlakukan orang tua kita....................

Posted at 02:11 am by Rizky
Make a comment  

Next Page