Entry: Love and Time Saturday, November 13, 2004



Alkisah di suatu pulau kecil, tinggallah berbagai
macam benda-benda abstrak ada Cinta,
Kesedihan, Kekayaan, Kegembiraan dan
sebagainya.Mereka hidup berdampingan
dengan baik.Namun suatu ketika, datang badai
menghempas pulau kecil itu dan air laut tiba-
tiba naik dan akan menenggelamkan pulau itu.
Semua penghuni pulau cepat-cepat berusaha
menyelamatkan diri.Cinta sangat kebingungan
sebab ia tidak dapat berenang dan tak
mempunyai perahu.Ia berdiri di tepi pantai
mencoba mencari pertolongan.Sementara itu
air makin naik membasahi kaki Cinta.

Tak lama Cinta melihat Kekayaan sedang
mengayuh perahu. Kekayaan! Kekayaan!
Tolong aku! teriak Cinta. Aduh! Maaf, Cinta!
kata Kekayaan. Perahuku telah penuh dengan
harta bendaku.Aku tak dapat membawamu
serta nanti perahu ini tenggelam.Lagipula tak
ada tmpt lagi bagimu di perahuku ini. Lalu
Kekayaan cpt2 mengayuh perahunya
pergi.Cinta sedih sekali, namun kemudian
dilihatnya Kegembiraan lewat dgn
perahunya. Kegembiraan! Tolong aku!, teriak
Cinta.Namun Kegembiraan terlalu gembira
karena ia menemukan perahu sehingga ia tak
mendengar teriakan Cinta.

Air makin tinggi membasahi Cinta sampai ke
pinggang dan Cinta semakin panik. Tak lama
lewatlah Kecantikan. Kecantikan! Bawalah aku
bersamamu!, teriak Cinta. Wah, Cinta, kamu
basah dan kotor.Aku tak bisa membawamu
ikut.Nanti kamu mengotori perahuku yg indah
ini. sahut Kecantikan.
Cinta sedih sekali mendengarnya.Ia mulai
menangis terisak-isak.Saat itu lewatlah
Kesedihan. Oh, Kesedihan, bawalah aku
bersamamu, kata Cinta. Maaf, Cinta.Aku
sedang sedih dan aku ingin sendirian saja
kata Kesedihan sambil trus mengayuh
perahunya.Cinta putus asa.Ia merasakan air
makin naik dan akan
menenggelamkannya.Pada saat kritis itulah
tiba2 terdengar suara, Cinta! Mari cepat naik
ke perahuku! Cinta menoleh ke arah suara itu
dan melihat seorang tua dengan
perahunya.Cepat2 Cinta naik ke perahu itu,
tepat sebelum air menenggelamkannya.Di pulau
terdekat, org tua itu menurunkan Cinta dan
segera pergi lagi.Pada saat itu barulah Cinta
sadar bahwa ia sama sekali tdk mengetahui
siapa org tua yg menyelamatkannya itu.Cinta
segera menanyakannya kepada seorg
penduduk tua di pulau itu, siapa sbnrnya org tua
itu. Oh,org tua tadi?Dia adlh Waktu. kata org
itu. Tapi mengapa ia menyelamatkanku? Aku
tak mengenalnya.Bahkan tmn2 yg mengenalku
pun enggan menolongku. tanya Cinta
heran.Sebab, kata org itu, hanya Waktulah
yg tau brp nilai sesungguhnya dari Cinta itu

   0 comments

Leave a Comment:

Name


Homepage (optional)


Comments